Jumat, 02 November 2018

Pertengkaran Seru

Saya teringat suatu peristiwa dua tahun yang lalu, saat adek berusia 5 tahun. Waktu itu adek dan abang bertengkar, adek marah sekali sama abang. sehingga adek mulai tantrum dan melempar sepatu, sendal dan barang kepunyaan abang yang ada didekatnya keluar rumah bahkan sampai ke jalan depan rumah. tak berapa lama terdengar mobil yang mencari barang bekas lewat,melalui pengeras suara yang ada di mobil terdengar suara "barang bekas..barang bekas..."


Demi mendengar itu, si adek bergegas keluar. bundapun heran,kenapa adek lari keluar?
ternyata adek mengambil lagi sepatu dan barang abang yang sudah dilempar keluar tadi karena takut akan dipungut oleh orang yang mencari barang bekas tersebut.
Agar adek tak merasa malu dengan tindakannya bundapun ikut bantuin adek,sambil bilang, ayo dek,kumpulkan lagi,nanti diambil orang.
Ternyata anak-anak tidak begitu sungguh-sungguh bertengkar dan marah. kenapa juga bunda harus ikut tantrum dan bahkan sampai keluar tanduk dan taring segala? Terkadang setelah bertengkar, dalam hitungan menit mereka sudah akur lagi,sementara emosi bunda belum juga kelar.


Sebuah pengingat buat bunda untuk lebih sabar dan tidak reaktif terhadap sikap anak.
Terkadang anak butuh bertengkar demi mengasah kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam bertengkarpun ada pelajaran dan hikmah yang didapat anak. mereka sebenarnya sedang melatih egonya,agar kelak jadi anak yang teguh pendirian dan tidak mudah terpengaruh.


Begitupun saat itu, yang namanya anak laki-laki,stok sabar bunda mesti banyak...
Mereka bertengkar lagi dikamar,pukul-pukulan pakai bantal dan kedengarannya agak keras, abang kesakitan sepertinya,tanpa melihat bundapun berteriak, udah nak, dan memanggil siadek dengan nada emosi, tapi tak diacuhkan oleh mereka...tapi setelah itu terdengar mereka berdua tertawa...
Ya Allah...nak... ternyata begitulah cara mereka belajar dan bahagia. dan itu pulalah nanti yang akan jadi cerita setelah mereka dewasa kelak. 


#reminderformyself
#ceritaabangadek
#kisahserumasakecil



Minggu, 06 Mei 2018

Janji bunda

Hari ini merupakan jadwal acara perpisahan di tk si adek,  dia terlihat bahagia sekali. Pagi-pagi dia semangat sekali tuk pergi ke acara tersebut. Bangun tidur dia langsung mandi, tanpa perlu bunda sering-sering mengingatkan untuk cepat  mandinya.
Setelah mandi langsung ganti pakaian dan berangkat.  Bahagia sekali melihat keceriaannya. Ayah bunda dan abangpun ikut menghadirinya. 
Sesampainya di tempat acara kebetulan acara belum dimulai.  Adek bisa bermain dulu dengan teman-teman sambil berjalan dan berlarian ke panggung.  Disana adek melihat banyak piala, dan dia yakin akan dapat piala itu.

Dalam acara tersebut adek menampilkan hapalan surat annaba' saling menyambung ayat berdua dengan temannya. Disamping itu adek juga tampil menari lagu menanam jagung.
Terlihat sekali keceriaan dan kebahagiaannya. 

Dan sampailah pada acara penyerahan piala dan sertifikat kepada anak yang wisuda iqro'.  Sebelumnya bunda sudah tanya sama adek, "adek wisuda iqro'?  Dia menggeleng.  Bunda Tanya kenapa tapi dia tak mau jawab dan pergi meninggalkan bunda. 
Hal yang sangat kontras bunda lihat di raut wajahnya. Adek yang sebelumnya duduk di bangku peserta didik, pindah duduk ke dekat bunda dengan wajah murung. 
Bunda sangat paham apa yang dirasakan adek.  Maafkan bunda nak...
Kekecewaanmu adalah karena kegagalan bunda.
Harusnya nama adek termasuk dalam daftar yang dipanggil ustadzah sebagai salah satu yang akan diwisuda iqro'.
Maafkan bunda Yang belum maksimal dalam membimbingmu nak.
Maafkan  bunda Yang masih belum menemukan cara kreatif membuatmu mencintai belajar iqro'.
Kesedihan dan kekecewaanmu adalah tamparan bagi bunda tuk lebih maksimal lagi dalam mendampingimu belajar.  Tidak hanya buat adek, tapi juga abang dan kakak.
Saat adek sedih dan murung bunda mencoba menghibur  adek dengan mengatakan, "tidak apa-apa adek tidak wisuda hari ini, kalau adek rajin, pasti bisa untuk wisuda.  Kalau adek bisa menamatkan iqro'nya sebelum puasa bunda akan berikan piala untuk adek.  Bisa dek?  Adekpun mengangguk, dan kami tos.

Ternyata janji bunda belum bisa mengembalikan keceriaannya.  Bunda pun mencoba menghibur adek,  meski batin bunda sebenarnya menangis. 

Akhirnya sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu, yaitu menyerahan plakat dan pengalungan medali sebagai kenang-kenangan kepada semua anak. Dan nama adek pun dipanggil. 
Acarapun dilanjutkan dengan foto bersama. Adekpun mulai tersenyum dan ceria kembali.
Meski adek sudah melupakan kesedihannya, namun dihati bunda masih menangis dan menyesal.  Andai sebelumnya bunda lebih maksimal dalam mendampingi adek belajar, andai  bunda tak membiarkan rasa malas adek dalam belajar, andai bunda sedikit lebih kreatif... Pasti adek Akan diwisuda hari ini dan akan mendapatkan piala seperti yang sering dia ungkapkan, saat ikut lomba, baik lomba MHQ maupun  lomba mewarnai. 
Maafkan bunda nak...  Terimakasih telah menyadarkan bunda, terima kasih telah mengingatkan  kelalaian bunda. Bunda janji nak... InsyaAllah akan lebih memperhatikan dan lebih maksimal lagi dalam mendampingi dan membersamaimu.  Bunda akan membuatmu berkata, don't teach me, I love to learn... 

Pasadena, 5 mei 2018

#Odop99days
#ceritathoriq
#janjibunda
#minggu18 


Jumat, 27 April 2018

Kisahku di balik ruang operasi mata


Hari yang cukup menegangkan itu akhirnya datang juga. Selasa 24 april 2018 saat operasi mata ku tuk mengangkat lemak pada mata. Kata dokter ini hanya operasi ringan, meski  operasi ringan, tapi bikin ku bergidik juga. Karena berhubungan dengan organ vital...bagaimana kalau operasinya gagal dan aku tak bisa melihat lagi dan segala fikiran buruk pun menghampiri...

Kucoba pasrahkan semua pada Allah, Bismillah ya Allah mudahkan dan lancarkanlah operasinya dan mataku segera pulih kembali. Kabulkanlah ya Allah Yang Maha Menyembuhkan..

Setelah menunggu kurang lebih satu jam akhirnya namaku dipanggil juga ke ruang operasi. Kulihat jam menunjukkan pukul 10 kurang 10. Sesampai disana aku disuruh ganti pakaian dengan pakaian operasi yang sudah disediakan.  Kemudian tensi darahku di cek, alhamdulillah normal. Dan perawatnya mulai memberikan suntikan anestesi  di bola mataku sebelah kiri yang akan di operasi. Duh..suntikan di paha atau di lengan saja rasanya cukup lumayan...lha ini di mata... ya Allah..dinikmati saja...

Setelah itu aku di suruh tidur  di tempat operasi dengan alat penerangan di atas kepalaku, dan kedua tanganku diikat ke tempat tidur, seluruh tubuhku ditutup dan hanya mata sebelah kiri yang terbuka. Kelopak mataku di sumpal dengan benda yang ku tak tau namanya sehingga tak bisa berkedip. Dokternya bilang ibu lirik ke kiri ya...seperti itu terus jangan bergerak ya. Operasinya akan kita mulai bersama dokter trisna dan dokter yeni serta perawat iwel. 
Aku harap-harap cemas menghadapi ini.  Sekilas  Ku lihat dokter pegang pinset yang ujungnya runcing, menarik-narik sesuatu di mataku.  Sebelumnya mataku di guyur dengan cairan. Dan tiap sebentar di guyur cairan. Sepertinya dokternya sudah berpengalaman, mataku di kikis,dan seperti ada yang di tarik dari bola mataku. Diguyur lagi dan kulihat kapas yang me lap mataku berwarna merah..darahkah itu? Ngeri.. tapi ku coba menenangkan diri sembari memasrahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa. Berkali-kali dokter menyuruhku untuk tidak menggerakkan kepala dan untuk tidak menggerakkan bola mata. Padahal ku rasakan kepalaku tak bergerak serta mataku pun tak melirik kemana-mana selain kekiri, tapi mungkin karena sakit  bercampur stes tak kusadari kepala bergerak.

Setelah cukup lama kurasa mataku di ubek-ubek...dan sesama dokter berkata, “selesai, mari kita jahit”... duh..diriku bergidik..mataku dijahit?? Seperti apakah rasanya??  Hanya aku dan Allahlah yang tau rasanya

Meski sudah di bius lokal tapi ku masih bisa merasakan jarum kecil bu dokter menusuk mataku, dan ku dengar bunyi guntingnya saat memotong benang jahit. Entah berapa jahitan ku tak tau dan tak mau tau... diriku  sendiri sibuk menahan rasa sakit dan menenangkan batinku sambil terus berzikir... InsyaAllah semua akan baik-baik saja.

Setelah selesai di jahit, mataku di guyur lagi dengan cairan, kemudian ku rasakan ada benda agak panas yang di tekankan ke mataku dan ada aroma seperti terbakar.  Berkali-kali lagi kurasakan mataku seperti di kikis kembali...dan di guyur lagi...perih lagi..
Daan..akhirnya dokterpun bilang selesai, Alhamdulillah, ku lihat am menunukkan pukul 11.00. Seluruh penutup wajah dan tubuhku serta ikatan tangankupun di buka, aku  kembali berganti pakaian... Alhamdulillah

Setelah selesai  operasi apakah semua akan kembali normal? Oo.. ternyata selama 3 hari mataku harus di tutup pakai kain kassa dan perban dan belum boleh kena air. Jadi kalau wudu’ Cuma basah wajah sebelah kanan, mandipun tanpa basah rambut dan kepala.hehe... Dan selama seminggu belum boleh kena angin... dinikmati saja

Ya Allah betapa berharganya nikmat sehat...

Minggu, 22 April 2018

Ayah tidak boleh merokok

Ini apa bunda... Tanya abang dan adek, saat menemukan sebuah benda yang baru pertama kali di lihatnya saat beberes barang mau pindahan 2 tahun yang lalu. Kok ada kayak gininya sambil memegang lekukan pada benda tersebut.  Oo...Itu namanya asbak rokok, jawab bunda. Untuk apa tu bunda?  Ya untuk tempat buang abu rokok nak. Oo... Ayah gak boleh merokok, kata adek, nanti ayah sakit kayak yang di bungkus rokok tu.

Semenjak usia adek 2.5 tahun, ayah tidak lagi merokok setidaknya dirumah dan dihadapan anak-anak. Jadi yang namanya asbak sudah disimpan jauh-jauh, dan asap rokokpun tak pernah ada lagi dirumah.

Awal mula ayah tak lagi merokok, karena waktu itu ayah di kejutkan dengan perilaku adek yang meniru ayah, dengan mengambil rokok ayah dan mengisapnya, sambil memperagakan ke ayah... Yah liat yah... Kt adek...gayanya persis gaya ayah lagi merokok.  Sejak saat itu ayah tak mau lagi merokok dihadapan anak-anak.


Anak-anak lebih mudah memahami gambar penyakit yang diakibatkan oleh rokok.  Waktu itu anak-anak melihat Poster berbagai penyakit yang diakibatkan oleh rokok di rumah sakit. Dan sesampainya dirumah langsung bilang ke ayah untuk tidak lagi merokok karna nanti mulut, paru-paru, dan jantung ayah bisa sakit, adek gak mau ayah sakit.  Ayahpun jadi  terharu, sambil berjanji untuk tidak lagi merokok.  Bundapun tersenyum, sambil berucap syukur, ayah tak lagi merokok.

Sampai sekarangpun kalau ayah pulang bau asap rokok, anak-anak akan ribut, kok ayah bau rokok?  Ayah gak boleh merokok,  kata anak-anak.

Ternyata ayah yang dekat dan peduli dengan kesehatan anak akan sanggup menekan keinginannya untuk merokok.


Pasadena Residence, 22 april 2018

#kiatberhentimerokok
#ceritaayah
#ibumenulis

Selasa, 17 April 2018

Ayahku juga

Tetiba bunda ngakak dengar percakapan adek,  nenek dan kakek pagi kemarin.
Nenek : kopi sia ko kek?
Kakek : kopi ayah faras
Adek : kek, kok ayah kakak terus bilangnya, ayah iq lah sekali sekali kek...

Haha... Iya juga ya dek...
Secara diminang  biasanya menantu atau sumando biasanya sering dipanggil dengan sebutan ayah atau bapak dari nama anak pertama...jadi anak kedua dan seterusnya jangan jeles ya... 😊

Pasadena,  17 april 2018

#ceritathoriq
#ayahkujuga
#ibumenulis

Minggu, 15 April 2018

Anak peniru yang ulung

Adek yang sudah mulai tumbuh tinggi, sehingga saat naik motor dengan bunda tidak bisa lagi duduk didepan, tapi kali ini si adek ngotot, dan bundapun mengizinkan dengan syarat harus nunduk. Tapi di perjalanan, adek menegakkan kepalanya dan bilang, lihat nda... Sambil memperagakan posisi tangannya, jari telunjuk dan jari tengah agak lurus, sedangkan ketiga jari lainnya melingkar. "Apa itu?"   Tanya bunda.
Tangan bunda kek gini kalo bawa motor, kata adek. 
Sejenak bunda terdiam dan berfikir, sebegitu detilnya adek meniru bunda...Dan teringat juga kala bunda sering terkaget melihat tingkahnya yang seakan melihat diri sendiri atau kok seperti ayah ya? 
Pertanyaan besarnya adalah... Contoh teladan apakah yang akan kita berikan pada anak? Anak adalah peniru yang ulung.  
Disaat kita menginginkan anak untuk berkata baik, sementara kita masih sering berkata keras bahkan kasar. 
Disaat kita menginginkan anak bangun subuh, sementara kita jam 7 masih molor. 
Disaat kita menginginkan anak untuk tidak ketagihan main hp, sementara kita tak bisa lepas dari hp... 
Disaat kita menginginkan anak jadi hafidz alquran sementara kita saja jarang baca alquran... Na'udzubillahi min zaalik
Dan mungkin masih banyak lagi apa yang kita inginkan dari anak sementara kita sendiri tidak memberikan teladan untuk itu. 
Anak mungkin keliru dalam memahami perkataan kita, tapi anak tidak pernah salah dalam mengcopy kita.
Semoga kita semua bisa jadi orang tua teladan yang akan mengantarkan anak-anak menuju peradabannya 

Pasadena, 15 april 2018 

#selfreminder 
#anakkuguruterbaikku
#anakpeniruyangulung
#ibumenulis
   
   

Senin, 09 April 2018

Bahagia adalah pilihan

Hidup itu penuh warna, kadang biru,  kadang merah, kadang Pink, kadang abu-abu kadang hitam.

Hidup itu bagaikan roda yang sedang berputar, kadang diatas, kadang dibawah.

Hidup itu penuh liku, kadang berbelok kadang kadang lurus, kadang menanjak, kadang menurun...

Hidup itu dari dulu ya seperti itu...
Tak pernah satu warna, tak pernah berhenti dan tak pernah selalu lurus.

Saat warnamu hitam... Jangan khawatir, ada cahaya didepan sana...  Teruslah melangkah

Saat rodamu ada dibawah, jangan risau, teruslah berputar...

Saat jalanmu berliku, kau hanya perlu, mengurangi kecepatan agar tak slip, saat jalanmu menanjak, teruslah berjalan, karena diatas sana akan ada cahaya yang indah berhentilah sejenak, tuk kembali mencari tanjakan baru dan menikmati cahaya yang lebih indah.  Saat jalanmu menurun, dengan diam dan tak bertenagapun kereta akan melaju, hanya perlu berhati-hati karna engkau akan sampai di titik terendah... Bersiaplah tuk bangkit,  jangan sampai kau terpuruk disana.

Hidup itu bagaikan anak panah, butuh mundur tuk bisa melesat jauh.

Hidup itu bagaikan pegas, butuh gaya tekan tuk bisa melompat lebih tinggi.

Tentukan hidupmu...
Bahagia adalah pilihan

Pasadena, 9 april 2018
#motivasidiri
#bahagiaitupilihan
#ibumenulis