Selasa, 08 Januari 2019

M.Si (Menjadi Seorang Ibu Profesional)

Setiap perkenalan di awal kelas sewaktu masih  mengajar dulu, saya selalu mengawalinya dengan nama, Yeni Oktavia, S. Si.  InsyaAllah dalam 5 atau 10 tahun yang akan datang, dibelakang nama ibu akan bertambah dengan M.Si atau M.Pd dan di depannya akan bertambah dengan Hj.  Mohon do'anya ya ananda semua.  Ibu yang sudah tidak muda lagi, masih mempunyai cita-cita dan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Semoga anak-anak ibu semuanya mempunyai semangat yang lebih.
Demikian keinginanku sambil memotivasi anak didikku beberapa tahun yang lalu.  
Namun qadarullah, atas permintaan anak-anak, aku memilih tuk resign dari pekerjaanku dan memutuskan untuk menjadi guru hanya untuk anak-anakku saja terlebih dahulu sebelum nantinya aku memilih untuk memperluas lagi jangkauan anak didikku disaat yang tepat jika segala sesuatunya sudah memungkinkan.
Setelah tidak lagi menjadi ibu bekerja diranah publik, aku mencoba fokus untuk mendidik putra putriku, dan aku belajar lagi bagaimana menjadi ibu yang baik, istri yang baik dan pribadi yang lebih baik lagi. Dan aku menemukan sebuah komunitas yang sejalan dengan kebutuhanku juga keinginanku. 
Aku sudah mengenal komunitas ini dari foundernya langsung saat mengikuti seminar dimana beliau sebagai narasumbernya. 
Kala itu melihat update status teman di sosial media menginformasikan tentang matrikulasi ibu profesional sayapun tanpa pikir panjang langsung mendaftar. Dimana lagi ada sekolahnya menjadi orang tua, kalau bukan di Institut Ibu Profesional. 
Cita-cita saya tentang bertambahnya gelar MSi dibelakang namaku masih bisa ku sematkan, meski perkuliahan pasca sarjana belum sempat ku ikuti. Gelar M.Si yg ingin ku sematkan saat ini berbeda dari yang kumaksud semula.M.Si disini adalah Menjadi Seorang Ibu Profesional.
Diawali dengan mengikuti kelas matrikulasi batch #2 pada bulan agustus 2016.
Dalam rasa penasaranku seperti apakah kuliah online itu, terus ku ikuti setiap materi dan mengerjakan setiap tugas yang di berikan pada setiap minggunya, Dengan dipandu dua orang fasilitator waktu itu, aku beranikan diri tuk mengajukan diri menjadi ketua kelasnya. Dengan menjadi ketua kelas membuatku lebih termotivasi untuk bisa berperan lebih dan bisa juga melayani teman-teman sekelas.

...bersambung

#IbuProfesional
#Kisahku



Senin, 07 Januari 2019

Writer bukan Waiter

Dapat quotes ini dari form setoran tantangan menulis #SehariSatuTulisan Sesi 1. 

Merasa di sentil, aku  ingin jadi writer bukan waiter. Untuk bisa mencapai tahapan saat mana kita tidak perlu menunggu inspirasi, tapi selalu memiliki inspirasi untuk menulis, butuh latihan yang terus-menerus dan komitmen yang tinggi untuk terus berlatih. Berlatih menjadi penulis adalah dengan menulis.  Salah satu caranya adalah dengan bergabung dengan komunitas yang menguatkan keinginan dan usaha untuk mewujudkan impian tersebut serta mengikuti tantangan menulis. 
Disaat keinginan menulis tersendat itu tak lebih dari target yang dipasang terlalu tinggi. inginnya tulisan yang baik, yang menginspirasi yang ilmiah, yang berasal dari bayak sumber terpercaya. Jika kita menuntut untuk langsung sempurna maka tulisan kita tak akan pernah jadi-jadi.
Sedikit menurunkan standar dan mencoba menulis apa saja hal yang menarik yang terjadi sepanjang hari akan lebih baik.
Penulis terkenal,dia tidak tiba-tiba jadi penulis, tapi telah melewati fase menulis yang panjang,telah menulis ratusan bahkan ribuan tulisan, bahkan mungkin telah melewati fase berdarah-darah. Tidak ada kesukssan yang diperoleh dengan cara yang instan. Kita lihat saja proses kita untuk bisa berjalan, mulai dari tengkurap,merayap, merangkak, duduk, berdiri sambil pegangan, dan seterusnya. Jadi kalau ingin jadi penulis, laluilah prosesnya, menulis, menulis, dan menulis. 
Setelah beberapa waktu berlatih menulis, bandingkanlah tulisan kita hari ini dengan beberapa waktu yang lalu. Saya yakin ada perubahan yang signifikan dari tulisan kita. Teruslah berlatih, kuatkan keinginan, abaikan rasa malas. terkadang rasa malas yang menghampiri bisa juga jadi inspirasi kita dalam menulis. Tuliskan tentang rasa malas itu,kenapa ia muncul, dan bagaimana cara mengatasinya.

Sedikit tulisan pengingat diri untuk motivasi diri sendiri agar konsisten menulis dan tetap semangat.

#writerbukanwaiter
#motivasidiri
#pengingatdiri
#maujadipenulis


                                                       



Sabtu, 05 Januari 2019

Seberapa Greget...?

Seberapa greget kamu...? 
Sambil menikmati sore mendengarkan radio dari hp. untuk bisa menghidupkan radio di hp perlu pakai headset sebagai antenanya, saat asyik mendengarkan radio tetiba ada telpon masuk, dan akupun menjawabnya. "Halo, Assalamu'alaikum? Lho kok gak ada suara?,Halo? (Masih belum terdengar suara). 
Ku coba loadspeaker, dan terdengarlah suara..."jadi baa ni, bisa'?
Waduh, dia ngomong apa ya?
Ya Allah...ternyata headsetnya masih terpasang...pantesan...😂😂😂

#Seberapagreget
#Ceritasore


Saat menantikan acara di salah satu stasiun televisi. Setengah jam sebelum jadwal sudah stenbay,karena takut terlewat. Tapi saat jam yang ditunggu sudah datang, acara yang dinanti tidak ada...dan baru sadar ternyata acaranya hari minggu, bukan sekarang.....😞😞😞


Rabu, 02 Januari 2019

Nasehat untuk diri sendiri

Rezeki itu tidak hanya berupa uang. Punya anak-anak yang sehat dan ceria itu juga rezeki. Punya keluarga yang akur dan bahagia itu juga rezeki. Tak perlu risau dengan rezeki kita,karena semuanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya. Tugas kita  berusaha dan berdoa. Mensyukuri sekecil apapun yang kita peroleh akan menambah kebahagiaan. Karna kata Allah, Allah akan menambah nikmatnya bagi orang-orang yang bersyukur

Hidup tak melulu tentang uang. Hidup tak melulu tentang harta. Karena semua itu akan kita tinggalkan. Semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. Dari mana dan kemana perginya harta itu akan menjadi tanggungjawab kita. Harta dan kekayaan hanyalah alat untuk mencari kemuliaan hidup. jangan sampai ia menjadi sebab terjerumusnya kita kejurang kehancuran dan menjadi sebab dimasukkannya kita ke neraka. Jadikan harta dan kekayaan serta kuasa kita untuk bisa menghantarkan kita menuju syorgaNya Allah. Tempat kehidupan yang kekal abadi.
 
Dalam hidup ini tidak semuanya bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, meski kita telah merencanakan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, namun rencana Allah jauh lebih indah. Jangan pernah menyesali nasib, jangan pernah berburuk sangka Pada Allah. Apapun yang terjadi terhadap kita itulah yang terbaik bagi kita menurut pandangan Allah meski kita menganggap itu suatu musibah maupun ujian, yakinlah bahu kita tak akan kuat jika tak pernah berlatih, kaki kita tak akan kuat jika tak sering berlatih. Yakinlah disaat suatu ujian datang menghampiri kita, itu pertanda kita akan naik kelas. masih ingatkan saat sekolah dulu,disetiap kenaikan kelas dan tiap periode tertentu kita akan diuji pertanda kita akan semakin paham dan kuat dalam menjalani kehidupan ini.
Perbanyaklah mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta dan Sang Maha Pengatur segalanya, memohonkan agar dimudahkan setiap peran yang kita jalani, dan dilindungi serta di redhoi dan diberkahi NYA. Semoga kita bisa menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang paling bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar kita.

Selasa, 11 Desember 2018

Taragak mie goreng

Selama dua pekan ini tidak ada jadwal kunjungan sikakak, karena selama dua pekan ini merupakan jadwal ujian semester disekolahnya.  Bunda harus menahan rindu lebih lama.
Saat jadwal nelpon, kakak bilang "taragak" masakan bunda,  kakak mau dikirimi mie goreng buatan bunda.
Meski bunda tak ahli memasak, tapi dikangeni masakan bunda sama anak itu rasanya "sesuatu",  bahagia dan bangga rasanya.  Karena disetiap racikan bumbunya terselip kasih sayang tulus seorang ibu.  InsyaAllah nanti  bunda bikinkan ya nak.
Belajar sungguh-sungguh ya nak, biar tercapai apa yang kakak impikan.  Doa bunda selalu menyertaimu, semoga Allah mudahkan kakak dalam menuntut ilmu, meski kita harus terpisah. Yakinlah kemandirian yang terbangun akan memudahkan kakak dalam menapaki kehidupan ini.
Semenjak kakak tinggal di asrama, alalhamdulillah sudah banyak kemajuan yang  bunda lihat dan rasakan, bahkan bunda banyak belajar juga darimu nak.
Semoga cita-citamu tuk jadi seorang hafidzoh bisa tercapai dan keinginanmu tuk bisa keliling dunia selalu bunda doakan semoga suatu saat akan dikabulkan oleh Allah. Aamiin
Setiap pekan pertemuan kita, saat jadwal kunjungan adalah saat-saat bagi bunda tuk memperbaiki semua kesalahan dan kekurangan bunda dalam mendidikmu selama ini.  Saat dimana bunda masih awam dalam ilmu pengasuhan.
Mungkin selama ini bunda kurang maksimal dalam membersamaimu.  Karena kurangnya ilmu dan mungkin juga faktor masa lalu bunda.  Setelah bunda menyadari semuanya, bunda mencoba memperbaikinya dan terus belajar tuk jadi ibu yang terbaik buatmu.
Bunda ingin kakak menjadi pribadi yang jauh lebih baik, lebih kuat, dan lebih tangguh dalam menghadapi segala Tantangan kehidupan yang semakin tak mudah. 

Minggu, 25 November 2018

Magrib Kelabu

Saat pulang kerja magrib ini, ayah agak sedikit meringis. trus bunda nanya, "kenapa yah?" siayah bilang ayah kecelakaan sedikit tadi. Kecelakaan gimana yah? tanya bunda cemas.
Kemudian ayah cerita tadi waktu mau belok masuk komplek, tiba-tiba ada motor yang mau motong ayah di kanan, padahal lampu sen nya nyala dan ayah sudah menepi mau belok. trus gimana yah? Apa yang sakit? apa yang kena?  "Kepala ayah terbentur ke aspal, helm lepas, tangan terluka". 

Bundapun segera mengambil obat luka dan mengobati luka ayah. dan bundapun memeriksa kepala ayah, Alhamdulillah tidak berdarah, hanya bengkak dan memar sedikit. dan bundapun kaget, kok celana ayah bisa robek pada kantong belakang. robeknya tidak seperti bekas kecelakaan, tapi seperti tersangkut, atau di robek dengan benda tajam. Nyangkut dimana yah? dan siayah pun mencoba mengingat-ingat bagaimana tadi ditabrak. beliaupun tak bisa mengingat kejadian, tau-tau udah ditabrak aja dan terjatuh, setelah itu berdiri lagi dan melihat kaca spion dan rem depan yang patah. Kemudian langsung pulang.

Masih dengan rasa penasaran bunda nanya, orang yang nabrak ayah gimana? Dia pun terjatuh dan tergeletak di tempat kejadian, katanya pusing, dia berdua dengan temannya. 
kemudian ayah bilang, jangan-jangan yang nabrak ayah tadi itu begal....
Apa begal sudah masuk ke wilayah kita? mesti lebih hati-hati lagi kalo pakai motor.

Ada beberapa hal yang jadi pelajaran atas kejadian ini, yaitu; pakai helm harus pasang talinya sampai klik agar tak lepas saat ada kejadian yang tak diinginkan. kemudian saat akan belok, meski sudah nyalakan lampu sen, pastikan tidak ada kendaraan yang akan memotong kita, kalau perlu bantu kode dengan tangan.

Dari kejadian inipun, meski ini musibah, ternyata kita patut bersyukur, alhamdulillah Allah masih melindungi, dan  tidak sampai ke rumah sakit, serta tidak ada yang hilang. Semoga ini jadi pelajaran yang berharga untuk ke depannya, agar lebih berhati-hati.


#ceritaayah
#pelajaranberharga
#kecelakaankecil

Jumat, 02 November 2018

Pertengkaran Seru

Saya teringat suatu peristiwa dua tahun yang lalu, saat adek berusia 5 tahun. Waktu itu adek dan abang bertengkar, adek marah sekali sama abang. sehingga adek mulai tantrum dan melempar sepatu, sendal dan barang kepunyaan abang yang ada didekatnya keluar rumah bahkan sampai ke jalan depan rumah. tak berapa lama terdengar mobil yang mencari barang bekas lewat,melalui pengeras suara yang ada di mobil terdengar suara "barang bekas..barang bekas..."


Demi mendengar itu, si adek bergegas keluar. bundapun heran,kenapa adek lari keluar?
ternyata adek mengambil lagi sepatu dan barang abang yang sudah dilempar keluar tadi karena takut akan dipungut oleh orang yang mencari barang bekas tersebut.
Agar adek tak merasa malu dengan tindakannya bundapun ikut bantuin adek,sambil bilang, ayo dek,kumpulkan lagi,nanti diambil orang.
Ternyata anak-anak tidak begitu sungguh-sungguh bertengkar dan marah. kenapa juga bunda harus ikut tantrum dan bahkan sampai keluar tanduk dan taring segala? Terkadang setelah bertengkar, dalam hitungan menit mereka sudah akur lagi,sementara emosi bunda belum juga kelar.


Sebuah pengingat buat bunda untuk lebih sabar dan tidak reaktif terhadap sikap anak.
Terkadang anak butuh bertengkar demi mengasah kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam bertengkarpun ada pelajaran dan hikmah yang didapat anak. mereka sebenarnya sedang melatih egonya,agar kelak jadi anak yang teguh pendirian dan tidak mudah terpengaruh.


Begitupun saat itu, yang namanya anak laki-laki,stok sabar bunda mesti banyak...
Mereka bertengkar lagi dikamar,pukul-pukulan pakai bantal dan kedengarannya agak keras, abang kesakitan sepertinya,tanpa melihat bundapun berteriak, udah nak, dan memanggil siadek dengan nada emosi, tapi tak diacuhkan oleh mereka...tapi setelah itu terdengar mereka berdua tertawa...
Ya Allah...nak... ternyata begitulah cara mereka belajar dan bahagia. dan itu pulalah nanti yang akan jadi cerita setelah mereka dewasa kelak. 


#reminderformyself
#ceritaabangadek
#kisahserumasakecil