Jumat, 15 Mei 2020

Jurnal_2 kupu-kupu

Dipekan kedua, program mentorship ini, assess your skill level. Saling mengetahui tingkat kemampuan mentee dan mentor. Mentor menyamakan level dengan mentee agar mudah dalam proses mentoring. Tapi bisa jadi juga ternyata level skill mentee memang sama dengan mentor, maka bisa juga berubah jadi peer mentoring . 

Aturan dalam mentorship ini sebagai mentee, bidang yang kita ambil harus sesuai dengan mindmap kita. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan yang telah kita tentukan sebelumnya dalam mindmap kita. Agar bisa jadi kupu-kupu yang sempurna. 
Namun setelah melalui proses dari telur ulat-kepompong, ada sesuatu yang kurasa mesti diperbaiki terlebih dahulu agar jadi kupu-kupu nan sempurna. Aku memilih untuk program mentoring ini dibidang pengembangan diri yang nanti juga bisa diarahkan sesuai dengan mindmapku. Yakni manajemen waktu. Gak tau kenapa,  yakin aja bidang ini kubutuhkan untuk lebih meningkatkan kompetensiku dibidang yang telah ditentukan di mindmapku. Semoga aku tidak salah jalan. 

Sebelum berdiskusi dengan ibu, aku dan mentor sudah membuat janji akan vidcall jam 13.00. Qadarullah mentor ku ada kendala dengan hp-nya, dan ternyata pukul 14.00 nya ada jadwal diskusi bersama ibu. Dan jadwal vc digeser ke pukul 20.00. 
Deg degan juga mau ketemu mentor ... Alhamdulillah, ternyata  mentor ku orang yang hangat dan aku merasa langsung akrab saja, dan cerita kami pun mengalir. 
Semula kami menjadwalkan vc sekitar 15-30 menit, namun gak sadar sudah hampir 1 jam berlalu. 

Satu kata untuk mentorship program "seruu". 


Jumat, 08 Mei 2020

Jurnal-1 kupu-kupu

Alhamdulillah bisa sampai ke tahap kupu-kupu. Sungguh perjuangan yang tidak mudah. Layaknya kupu-kupu muda, belajar terbang menguatkan sayap agar bisa menjadi hiasan indahnya taman, dan mengisap nektar demi  membantu penyerbukan serta menebar manfaat. 

Menjalani proses sebagai mentor dan mentee merupakan penerapan value ibu profesional.  Sebagai mentee kita belajar dan berkembang. Dan sebagai mentor kita  dibelajar, berbagi dan InsyaaAllah akan berdampak.  Semoga proses ini bisa dijalani dengan maksimal sehingga menjadi kupu-kupu yang indah lagi tangguh. 

Dalam perjalanan ditahap mentorship ini, awalnya mendaftar sebagai mentor.  Kata2 bu Septi 'pasti kita punya sesuatu yang kita kuasai, carilah...  Ini sangat memotivasiku. Dan seketika  langsung kepikiran tentang bisnis laundry yang pernah dan sedang kugeluti. Beberapa mantan karyawanku sudah berhasil mendirikan sendiri  usaha ini, serta beberapa teman yang mendatangi laundry ku untuk belajar bagaimana membuka usaha ini.  Dengan senang hati kubagikan  ilmunya.  
Akupun langsung daftar sebagai mentor. 
Setelah mendaftar jadi mentor akupun scrool deretan para mentor untuk memilih sesuai yang kubutuhkan.  Dan akhirnya aku memilih mba Esa untuk jadi  mentorku, aku tertarik  dengan bidang yang ditawarkannya yaitu pengembangan diri. Aku langsung chat dengan beliau dan alhamdulillah beliau bersedia jadi mentorku. Tahap perkenalan pun dimulai dan tak sabar menunggu tahap selanjutnya. 
Saat lagi chat dengan mentorku, eh ada chat masuk dari seseorang yang tertarik untuk jadi mentee ku.  Senangnya hatiku, bisa langsung dapat mentor dan mentee sekaligus. Tahap perkenalan pun dimulai, kami menyepakati jadwal online bersama.  

Namun dihari ke tiga saat ku akan menuliskan jurnal pekan 1 ini kulihat ada notif dari mentee ku...  Dan setelah kubaca ternyata beliau membatalkan jadi mentee ku dengan alasan beliau punya 2 mentor dan yang satunya sesuai dengan mindmap nya sedangkan denganku hanya secara global saja ada di mindmap nya... Hadeuh...  Padahal dari awal sudah disampaikan ibu kalau hanya boleh punya satu mentor dan beberapa mentee sesuai kesanggupan. Asalkan dibidang yang sama.  Tapi, ya sudahlah, itu namanya gak jodoh...  Masih ada waktu sampai nanti malam untuk menemukan mentee ku, semoga aja ada jodohnya.  Jika memang saat ini Allah izinkan untuk hanya jadi mentee, InsyaaAllah ku akan belajar jadi mentor dari mentorku saja dulu.  Dan mempraktekkannya dirumah sebagai mentor anak2 ku. 



Senin, 27 April 2020

Aliran Rasa kelas kepompong

Tak terasa tahap kepompong selama 30 hari telah berakhir.  Alhamdulillah puasa mingguan berjalan dengan lancar dan setor tanpa bolong. Namun untuk tantangan 30 hari tidaklah lengkap.
Keraguan diawal terhadap aturannya dan jenis tantangan yang dipilih dirasa kurang pas, sehingga ditengah jalan seperti kehilangan semangat.

Setelah paham dan menentukan jenis tantangan yang akan ku latihkan maka tantangan pun dilaksanakan dengan dimulai lagi dari awal. 







Sabtu, 18 April 2020

Jurnal minggu ke-3


Tak terasa puasa pekan ke 3 memasuki masa break. Dipekan ke 3 ini saya ingin menghilangkan kebiasaan yg kurang baik yang mengganggu yaitu puasa dari Marah-marah terhadap anak.  Setelah 2 pekan sebelumnya puasa hp dan merasa perlu untuk mengganti eh bukan mengganti tapi menambahnya dengan puasa dari marah-marah terhadap anak-anak. Saya belajar mengendalikan diri untuk tidak meninggikan nada bicara saat anak tidak mengerjakan yang seharusnya dilakukan.  
Qadarullah dihari pertama puasa bersamaan dengan mengqodha puasa yang masih belum diganti,dan magribnya tamu bulananpun datang.  Akibat pms jadi kelepasan nada tinggi sama anak yang  habis sholat malah bergelut dispringbed,  bukannya langsung tilawah... Berkali-kali dipanggil seolah tak dihiraukan, tanduk pun mulai keluar. 
Sejenak tarik napas dan mengambil posisi duduk, setelah itu menghampiri mereka dan menggandengnya untuk segera mengambil al quran. Puasa pertama harus puas dengan badge  satisfactori.

Puasa marah disaat pms itu perjuangan banget. Dan ku pasrah menyematkan badge merah 2 kali dan diakhir puasa alhamdulillah, mulai bisa mengendalikan emosi dan menyadari marah-marah akan menyebabkan luka batin bagi anak dan membuat tidak sehat bagi diri saya. 
InsyaAllah pekan depan masih melanjutkan puasa ini, sampai beberapa badge excelent berhasil disematkan. 


Rabu, 08 April 2020

Jurnal puasa minggu-2

Puasa pekan keduaku dikelas kepompong masih puasa hp, ditambah dengan puasa rasa malas. Aku merasa masih perlu melatihkan dan mendisiplinkan pemakaian hp serta rasa malas dan kebiasaan menunda, menjadi prioritas dipekan ini. 
Kriteria badge pekan ini :
🌷excellent : pegang hp maksimal 3 jam, dan berhasil melawan malas untuk mengerjakan yang sudah diagendakan. 
🌷satisfactory : pegang hp lebih dari 3 jam,  dan menang dari rasa malas
🌷very good : pegang hape minimal 4jam dan kalah dari rasa malas tapi mengganti dengan kegiatan yang juga bermanfaat tapi tidak sesuai agenda. 
🌷need Improvement : pegang hp lebih dari 4 jam dan kalah dari rasa malas...

Seringnya kehabisan paket dan paket yg berbatas waktu memudahkanku dalam mengatur waktu pegang hp.  Yang berat sekarang adalah melawan rasa malas dan kebiasaan menunda...  Semoga puasa pekan depan lebih baik lagi dan bisa lebih konsisten...
  

Minggu, 29 Maret 2020

Jurnal puasa kepompong - 1

Puasa pekan pertama kelas kepompong saya memilih untuk puasa gadget, hanya boleh pegang hp 3 jam per hari diluar jadwal bikin tugas buncek dan orientasi serta jadwal anak2 bikin tugas yang materinya disampaikan lewat wa.
Kenapa puasa gadget yang saya pilih di pekan pertama ini, karena saya merasa kalau gadget ini sangat menyita waktu saya.  Apalagi kalau pagi hari sudah pegang hp maka sering terlalaikan dengan tugas utama... Astagfirullah...
Jadwal yang dibuat setiap malam hanya sebagai pelengkap saja, banyak yang tak terlaksana. Efek kalau sudah pegang hp, rencananya cuma 15 menit, eh nanggung 5 menit lagi dan akhirnya sering kalap...🙈😭😭

Dengan adanya puasa ini membuatku lebih bahagia dan lebih bisa menahan diri, saat mau pegang hp, ingat lagi puasa.  Alhamdulillah dari 3 waktu selama total 3 jam sehari yang ku izinkan untuk pegang hp  bisa kulewati dengan baik meski pada beberapa waktu masih curi-curi lihat saat ada notif ,  tapi gak sampai buka...  Jatah waktu 3 jam sehari terkadang tidak terpakai semuanya, jatah di jam 20.30-21.30 sering terlewatkan karena sudah tepar akibat pengalihan aktivitas pegang hp ke aktivitas berbenah dan berbagai aktivitas lainnya.
Selama puasa dari tanggal  20- 26 maret, grafiknya cukup membuatku puas, hanya di hari rabu yang sedikit mengecewakan, karena godaannya saat ingin nyari referensi tentang mental block yang akhirnya melewati jatah waktu.
Memberikan apresiasi dari capaian sebuah tantangan merupakan suntikan  semangat yang diperlukan dan tidak merasa gagal saat target belum tercapai.  Maka aku menetapkan standar pemberian badge untuk apresiasi puasaku, yaitu
🌷excelent jika mampu puasa untuk tidak pegang hp kurang dari 3 jam/hari dan menggantinya dengan aktivitas bermanfaat sesuai agenda.
🌷Satisfactori jika mampu pegang hape 3 jam/hari dan menggantinya dengan aktivitas bermanfaat sesuai agenda.
🌷Very good jika lewat beberapa menit dari 3 jam dan mengganti dengan aktivitas bermanfaat yang tidak sesuai agenda.
🌷Need Improvement jika pegang hp lebih dari 4 jam sehari.

Semoga bisa konsisten dalam penggunaan hp.  Untuk pekan depan rencana aku akan tetap puasa dalam pemakaian hp.  Karena besarnya manfaat yang  kurasakan.